|
PRESIDEN TAK SETUJU BORUBUDUR HILANG DARI KEAJAIBAN DUNIA
Jakarta, 21/5/2007 (Kominfo-Broadcast) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak setuju dihilangkannya status Candi Borobudur sebagai salah satu dari daftar Tujuh Keajaiban Dunia atau The Seven Wonders of the Ancient World.
Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), HARTATI MURDAYA, mengatakan usai bertemu Presiden Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Senin (21/5), bapak Presiden sendiri tidak setuju dengan pendekatan (angket) yang menyatakan Candi Borobudur tidak lagi menjadi salah satu dari The Seven Wonders of the Ancient World. HARTATI MURDAYA sebagai Ketua Panitia Waisak Tahun 2551 bertemu Kepala Negara untuk melaporkan persiapan acara peringatan Puncak Waisak yang akan berlangsung di Candi Borobudur Jawa Tengah, pada 1 Juni 2007 mendatang. Sementara, Menteri Menbudpar Jero Wacik menjelaskan mengenai hilangnya Candi Borobudur dari tujuh keajaiban dunia, bermula dari seseorang bekas pegawai di Unesco, PBB yang membuat angket dengan hasil yang menjadikan Candi Borobudur hilang dari keajaiban dunia karena jumlah pengunjung terus menurun. Jero menjelaskan, sebetulnya cara untuk menilai sesuatu peninggalan dunia, warisan budaya yang menjadi keajaiban dunia seperti Candi Borobudur adalah karena besar dan kompleksitas sejarahnya. Namun, Jero menilai tidak benar langkah penghilangan status Candi Borobudur sebagai salah satu keajaiban dunia melalui angket dan berharap optimis mempromosikan Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut dan candi – candi yang ada di seluruh Indonesia yang patut dibanggakan. (T.Kus/id/b) |
|
|
<<< Kembali ke halaman sebelumnya
| |